Minggu, 15 Desember 2013

Cerpen Spesial Natal : Hadiah Natal Terindah


Tidak ada yang terlalu spesial di Hari Natal bagi seorang pengusaha dan veteran Perang Vietnam bernama John MacRushmore. Bahkan si tua John membenci hari natal. "Mengapa ada hari sejelek itu !?" Gerutu John saat mengetahui natal tinggal 3 hari lagi. Saat itu, perayaan natal yang meriah wajib dilakukan di kota Garishfield. Banyak warga yang bersukacita akan hari itu. Mereka berbondong-bondong datang ke gereja dan memuji Tuhan dengan semangat.

Kota Garishfield adalah sebuah kota kecil di negara bagian Illinois, Amerika Serikat. Semua penduduk kota hidup bahagia dan sangat ramah kecuali John MacRushmore. John MacRushmore adalah seorang veteran perang Korea dan perang Vietnam. Ia sempat meraih pangkat Sersan sebelum akhirnya kakinya tertembak sehingga ia dikeluarkan dari militer. Kehilangan posisi di kancah militer, John segera merintis usaha bernama MayDay Co. yang berjalan di bidang peralatan rumah tangga. Ia akhirnya sukses ketika investasinya di sebuah kilang minyak berhasil dengan sempurna. Itulah sebabnya ia bisa menjadi orang terkaya di kota Garishfield, tempat ia tinggal sekarang.

Banyak penduduk yang tidak suka akan John MacRushmore karena dia sombong, pelit dan tidak ramah terutama sikap bencinya terhadap hari natal. Dia pernah mengusir sekumpulan anak yang bernyanyi lagu natal di depan rumahnya. Itulah juga mengapa sekarang hampir tidak ada orang yang mau singgah sebentar di rumahnya dan itulah yang membuat John kesepian. Tetapi itu tidak merubah pendiriannya.

"Tinggal di sebuah istana yang luas itu tidak menyenangkan, bukan ?" Tad Roshenburg berusaha bercanda dengan John dan hanya dibalas dengan anggukan kepala. "Tuan MacRushmore, ini data pemasukan dan pengeluaran kemarin." Tad mengambil sebuah kertas dan menyodorkannya kepada John. "Maaf, Tuan MacRushmore tetapi aku harus pergi ke gereja malam ini jadi aku harus cepat pulang." John tidak menghiraukannya. Tad melihat dia dengan tatapan penasaran "Tuan, mengapa Anda membenci hari natal ?" John tersadar dan saat itu ternyata karyawannya telah pergi.

Malam itu adalah malam natal. Bagi anak kecil, hal itu bisa dikaitkan dengan seorang tua berjanggut panjang yang mereka sebut Santa Claus tetapi bagi John, hari natal ialah neraka baginya. 65 tahun yang lalu, yakni saat tahun 1948. John muda masih terlihat bersemangat dalam menjalankan natal. Ia masih berusia 18 tahun kala itu. Perang baru saja berakhir sehingga banyak orang merasa senang termasuk para siswa Akademi Port Sermore. "Bagaimana kalau kita mengadakan pesta natal di aula ? Dan acara tentunya, he he" Hugh Claymore memberi usul kepada semua siswa Akademi. "Aku setuju, perang baru saja berakhir. Sebentar lagi sebagian dari kita akan diberangkatkan ke kamp militer. Aku suka usul itu." Usul John MacRushmore dan diikuti banyak siswa akademi.

John rupanya jatuh cinta kepada seorang gadis bernama Linda Rackerson. Akhirnya dia berhasil membuat Linda menjadi pacarnya meski cuma satu hari. Kisah tragis itu bermula di pesta natal yang diusulkan Hugh. "Pesta natal yang indah, bukan ?" Linda berusaha menghibur John "Tentu saja, apalagi saat ada kamu." Malam itu, sekelompok militan "Pro-Jerman" yang tidak suka akan keputusan akhir perang menyerang kota kecil Port Sermore sebagai langkah awal pemberontakan mereka.

Saat itu, siswa Akademi sedang merayakan malam natal tetapi kemudian terdengar desingan peluru dimana-mana. Banyak orang yang panik termasuk John dan Linda. John memutuskan untuk kabur dengan membawa Linda. Tetapi saat di tengah perjalanan, sebutir peluru yang melesat menembus tubuh Linda sehingga menjadi sekarat. "Linda, apa.. apa yang terjadi ?" John menjadi shock dan Linda mengucapkan kata terakhirnya kepada John "Aku senang bisa mengenalmu." Dengan tersenyum, Linda meninggal dunia dengan tenang di tangan John.

John begitu menyalahkan natal atas kejadian ini dan ia memutuskan untuk membenci natal. "Natal hanyalah neraka bagiku." John duduk termenung di kursi goyangnya di kala banyak orang berbondong-bondong ke gereja dengan bersukacita. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dengan sendiri, membuat John terkejut. "Siapa disana ?" Teriak John tetapi tidak ada satupun orang yang menjawab. Dengan perasaan tenang, John yang pernah bertempur di Vietnam mengambil senapan kesayangannya. John keluar dari kamarnya dan menyusuri istananya yang megah. Akhirnya ia pun memasuki sebuah lorong rumah yang panjang. Karena istananya yang terlalu luas untuk dirinya, maka ia tidak menghafal seluruh ruangan dan tata letak istananya itu.

John terus melangkah sambil membawa senapannya. Tetapi dia sadar, mengapa lorong itu tidak berujung ? "Seperti tidak ada ujungnya saja." Gumam John. Ada yang aneh dengan lorong itu, semakin ia masuk maka desainnya semakin tua dan semakin tua. "Rumahku sudah modern, tetapi mengapa ada dinding dengan gaya abad ke-17 ?" John yang biasa tenang sudah mulai gelisah. Sebuah perasaan tidak enak merasuki dirinya. Dengan setengah ketakutan, John mulai berlari meski dengan terpincang-pincang. Lorong itu seperti tidak ada ujung dan....

Segalanya tiba-tiba berubah menjadi gelap, gelap sekali. "Siapa disana !?" Tiba-tiba sebuah benda seperti pintu terbuka. John pun memasukinya. Ia melihat tidak ada yang asing, dia sekarang berada di akademi Port Sesmore. John panik, ia tidak bisa berpikir rasional lagi. Tidak ada orang disana keculia ia dan seorang wanita yang berdiri di sudut ruangan. Wajahnya tidak terlalu asing, dia adalah Linda. "Linda, bagaimana kau ada disana ?" Linda tidak menjawab. John yang bingung memutuskan untuk mendekatinya. "Linda, itu kamu bukan ?" John tetap berusaha teta[i kemudian ia sadar, ia sudah tidak berada di akademi tetapi di kamp militer, sebuah kamp militer militan "Pro-Jerman".

John terkejut, bukan oleh perpindahannya yang relatif cepat tetapi karena Linda ada disana dan menjadi bagian salah satu dari militan itu. "Linda, bagaimana bisa !?" Ucap John setengah berteriak tetapi sepertinya mereka tidak menyadari John ada disana. Ia pun mendekati Linda. Ternyata, Linda adalah pemimpin militan itu dan mempunyai satu misi yakni menculik John MacRushmore. John terkejutm dia tidak menyangka kekasihnya adalah seorang yang sadis.

Kamp militer itu tiba-tiba gelap dan muncul seorang sosok. Itu adalah Linda. "Wahai John, sudah lama tidak bertemu." "Mengapa kau melakukan itu, Linda ?" John mulai marah, "Natal itu adalah hari keberuntunganmu." John terkejut, "Sebenarnya saat kau berusaha membawaku kabur, aku akan menculikmu dan membunuhmu. Saat itu kami tahu, kamu adalah anak dari Sersan Elliot dan kamu mewarisi bakatnya juga hartanya. Kami ingin merebutnya darimu tapi ketika kamu membawaku kabur, peluru yang tidak kusangka menembus tubuhku dan akhirnya rencana kami gagal." Linda menghela nafas. "Bila aku tidak tertembak, maka hari ini kau tidak akan berada disini." Linda tiba-tiba menghilang.

John terbangun dari kursi goyangnya, jam menunjukkan pukul 12.00 malam, banyak lonceng berdentang. Ia masih tidak percaya atas mimpinya. Ia kemudian menyalakan komputernya dan menjelajahi lebih banyak tentang militan "Pro-Jerman" di internet dan akhirnya ia tahu, semua mimpinya itu benar. John menyesali sikapnya atas natal. Dia akhirnya tahu, dia harus berterima kasih bukannya membenci.

Natal telah tiba pagi itu. Banyak orang berbahagia. Seperti biasanya, banyak orang menghindari istana John. Seorang anak kecil melintasi halaman depan istana John sambil menyanyikan lagu natal. Tiba-tiba John membuka pintu, anak kecil itu pun terkejut. "Selamat Hari Natal, semuanya!" John bersikap tidak biasanya. Banyak orang heran, ada juga yang berkata "Mujizat telah terjadi di kota Garishfield." Sikap John berubah drastis, dia menjadi sangat ramah dan sangat menyukai natal. Masyarakat pun semakin menyukai John.

Tad, karyawan John menjalani harinya dengan tenang. Tiba-tiba banyak pekerja berada di depan rumah kumuhnya. Bahkan rumah kumuhnya tidak pantas disebut kumuh lagi. "Ada apa ini ?" John tiba-tiba muncul dan menyambut Tad "Selamat Hari Natal, nak. Ini adalah hadiah natalku untukmu. Aku tahu rumahmu itu sangat kumuh jadi akan saya perbaiki dan semuanya biayanya akan saya tanggung." Tad tidak menyangka hal ini akan terjadi, "Terima kasih, Tuan MacRushmore!" John tersenyum lalu menuju ke rumah orang lain.

Setelah mengunjungi semua rumah di kota Garishfield, John duduk di kursi goyangnya dengan senang. Kini istananya penuh dengan hiasan natal dan hadiah dari penduduk kota tetapi hadiah yang paling indah untuk dirinya ialah mimpinya kemarin malam. "Sungguh hadiah natal yang sangat istimewa." Gumam John.

5 komentar:

e-Compusoft Writing Competition mengatakan...

Kami ingin menginformasikan e-Compusoft Blog Contest

Total Hadiah Jutaan Rupiah lho...
Hadiah Langsung pulsa 10.000 bagi 100 Pendaftar Pertama.

Info selengkapnya:
e-Compusoft Writing Competition

Bagi sahabat blogger jangan lupa kasih info ini ke yg lain ya...
Terima kasih....

Blogs Of Hariyanto mengatakan...

kisah Jhon dan Linda yang apik banget....luarbiasa..keep happy blogging always :-)

Leony Li mengatakan...

tapi kalau kocek tebal lebih indah lho mas hehehe

Daniel Lim mengatakan...

tentu saja, semua orang di dunia pun bahagia :v
ha ha ha
Thanks kunjungannya

Daniel Lim mengatakan...

makasih bro he he

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Jangan Lupa Kalo Memang Suka Like Aja !!!

×

Powered By CLUSM and Skyzone GC

Tentang CLUSM

Blog CLUSM menyediakan informasi terbaik untuk Anda. Ingin lebih dekat dengan CLUSM? Silahkan kirimkan pesan Anda di Facebook CLUSM.
Designed By Blogger Templates